BUPATI IZINKAN PENGESAHAHAN WARGA BARU PERGURUAN SILAT DENGAN TETAP JAGA KONDUSIFITAS

SRAGEN – Bupati Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengizinkan agenda pengesahan calon warga baru bagi perguruan silat yang biasa digelar jelang 1 Suro.

Hal itu disampaikan Bupati saat memberikan arahan dalam acara Silaturahmi Forkopimda Kab. Sragen dengan Forum Komunikasi Perguruan Pencak Silat (FKPPS) dengan Perguruan Silat wilayah Kecamatan Masaran, bertempat di Balai Desa Krikilan, Masaran, Sabtu (1/8/2020).

Pada kesempatan itu, Bupati Yuni juga meminta prosesi pengesahan di masa pandemi covid-19 harus menaati protokol kesehatan serta mengedepankan kondusifitas Kabupaten Sragen. Agar insiden yang terjadi di bulan suro tahun lalu tidak terjadi lagi.

“Satu Suro yang diperkirakan akan jatuh pada (20/8/2020) memang biasanya dilakukan pengukuhan anggota baru oleh hampir seluruh perguruan pencak silat,” terangnya.

“Sejauh ini sudah ada tiga perguruan pencak silat yang meminta izin kepada saya untuk menyelenggarakan pengukuhan anggota baru di Agustus dengan tanggal dan sistem serta mekanisme yang berbeda-beda,” lanjutnya.

Bupati mengatakan akan memberikan izin, dengan catatan tidak boleh dijadikan satu tempat. Satu tempat maksimal tidak lebih dari 250 -300 orang.

“Untuk menggunakan gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) Sragen dengan kapasitas 500 orang dengan protokol kesehatan Covid-19,” jelas Bupati.

Nantinya, Bupati meminta kepada pihak panitia pengukuhan agar membuat barrier atau pembatas dengan jarak 100 meter dari gedung atau tempat yang digunakan.

“Adanya barrier ini agar tidak terjadi kerumunan senior yang mungkin ingin memberikan support ke adik-adik,” kata Bupati.

Selain itu, Bupati Yuni berpesan kepada seluruh perguruan pencak silat yang ada di Kabupaten Sragen untuk merawat patung atau tugu yang hingga kini telah menjadi kebanggaan tersendiri.

“Saya lihat beberapa patung seperti tidak terurus, disampingnya tumbuh rumput subur, beberapa juga patung sudah kusam ayo dirawat, bersolek menjelang kemerdekaan Indonesia 17 Agustus,” pungkasnya.

Sementara Ketua FKPSS, Heru Agus Santoso mengatakan melalui Forum Komunikasi Perguruan Pencak Silat (FKPPS) akan terus berkomitmen menjalin kerjasama dan kerukunan antar perguruan pencak silat di Kabupaten Sragen.

“Semua perguruan silat itu sama karena semua pasti membentuk tim dengan tujuan yang baik,” terangnya.

Dirinya berharap jika nanti ada satu perguruan yang mempunyai event kemudian perguruan lain juga diundang agar terjalin komunikasi yang sangat bagus.

“Sehingga kita dapat membangun Kabupaten Sragen yang kondusif terutama melalui perguruan pencak silat yang juga ikut andil dalam menciptakan Kamtibmas Kabupaten Sragen,” pungkasnya. (MY_DISKOMINFO)

Sumber: http://www.sragenkab.go.id/berita-2127.html